di balik cd

Sudah sebulan ini Wanti uring-uringan. Sahabatnya yang selalau baik hati, Wanto, ikut prihatin.

“Ada apa sih?”
“Pake nanya lagi. Aku tuh heran, ya, tiap kali kelar kencan sama cowok, kok, dia gak pernah mau terima telpon aku lagi.”
“Lho emangnya kamu ngapain aja.”
“Emangnya aku ngapain?”
“Waktu kencan sama cowok, kamu apain aja dia?”
“Gak diapa-apain. Paling cuma janjian ketemu di mall aja.”
“Gitu aja?”
“Ya iyalah. Emangnya mau ngapain lagi?’

Wanto sungguh prihatin terhadap sahabatnya ini. Ia tahu penyebabnya namun hendak mengungkapkan langsung, wanto tak tega. Ia ingat kalimat bijak, “never honest critics come from friends, families, even a stranger“. Jadi, Wanto mencari jalan terbaik buat sahabatnya, Wanti.

“Begini aja, deh. Aku punya sahabat seorang dokter kulit. Coba kamu temui dia. Barangkali masalahmu bisa terselesaikan dari sana.”
“Heh, apa hubungannya dokter kulit dengan telponku.”
“Kamu percaya aku kan? temui dia. Nanti aku bantu menelponnya.”
“Kamu sungguhan nih?”
“Iya. Sudahlah ikuti saranku.”

Wanti mengikuti saran Wanto. Ia menemui dokter kulit yang juga sahabat dari sahabatnya.

“Dok, saya sahabatnya Wanto. Kata dia saya harus menemui dokter kalau mau masalah saya terselesaikan.”
“Oh, iya. Wanto sudah telpon saya.”
“Jadi dokter tau kan masalah saya saya? Kenapa cowok gak pernah mau terima telpon saya lagi sehabis ketemu saya?”

Dokter yang sahabat dari sahabatnya Wanti membaui dengan cermat.
“Okelah kalo gitu, kamu segera berbaring di dipan periksa. Oh, ya, sekalian pelorotkan juga celana dalammu ya.

wanti mendelik. eh, ini dokter mesum banget ya. kok seenaknya nyuruh buka celana dalam sambil berbaring di dipan pula.
“Dokter, yang benar ini. Masak saya memelorotkan celana dalam saya.”
“Apa kamu mau saya selesaikan masalahmu itu? Apa kamu lebih suka teman kencanmu gak mau terima teleponmu lagi?”

Wanti pasrah. Ia berbaring di dipan periksa dan memelorotkan celana dalamnya.
“Dokter, memangnya kenapa dengan dengan celana dalam saya?”
“Gak ada masalah celana dalammu”
“Lantas apa dok?”
“Yang di balik celana dalammu itu lho yang membuat teman kencanmu gak mau terima telpon lagi.”
“Memangnya kenapa?”
“Baunya menyengat sekali.”

Ampyun.

Avian Dewanto
Tengok humor lainnya di halaman ini.

There are no comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: