TGIF : Thanks God It’s Friday

24/07/2009 - Leave a Response

Dice suka sekali menginggris. Maksudnya berbahasa Indonesia namun banyak kali dicampur bahasa Inggris. Di hari Jumat, jika bertemu teman sekantornya di lift maupun di lorong perkantoran, ia suka mengucapkan, “Hi, it’s TGIF.”

Senang sekali Dice mengucapkan ungkapan itu. Hendak menunjukkan kegembiraan sebab setelah Jumat kantor libur dua hari, Sabtu dan Minggu. Suatu ketika ia sedang di dalam lift, ia bertemu bule yang jadi pujaannya. Kantor si bule itu selantai dengan kantornya. Dan, beberapa kali, ketika berpapasan keduanya berbalas senyum dan “say hello.”

Kali ini Dice hendak memberanikan diri menyapanya.
“Hai, TGIF.”
“What?”
“TGIF”
“Ohw.”
“You are not happy? It’s TGIF.”

Si bule buang muka. Lift pun terbuka. Tampaknya bule itu akan ngacir dari Dice.
Hey, I said T-G-I-F,” kata Dice.
SHIT,” jawab tuh bule, “S-H-I-T.”
“What?”
Sorry Honey It’s Thursday.”

Whoops.

Avian Dewanto
Tengok humor lainnya di halaman ini.

kok ga mara

24/07/2009 - Leave a Response

Suryana selesai mengikuti pendidikan secapa. Ia kini ditugaskan di wilayah Jawa Timur. Tepatnya di kota Malang. Suryana prajurit yang beruntung, ia mendapat tambahan pendapatan sebagai penjaga wartel. Kerja sampingannya ini tentu diketahui komandannya. Di wartel ini pulalah ia mengenal Prihatini yang kemudian menjadi kekasihnya. Suryana asal Garut, Jawa Barat. Prihatini asal Sengguru, Malang Selatan.

Nahas buat prihatini. Wartel yang terus-menerus merugi karena kehilangan pelanggan, Ia pun kehilangan pekerjaan. Karena tak mudah mendapat pekerjaan lain, akhirnya untuk sementara ia pulang ke rumah orang tuanya di Sengguru yang berjarak lebih kurang 25 kilometer dari kota Malang.

Kelanjutan percintaan dengan Suryana pun lebih banyak dilakukan melalui telepon biasa. Pake sms rada sulit sebab jaringan selular belum masuk ke desanya. Prihatini pun benar-benar prihtain: mau menelpon Suryana mesti jalan kaki dua kilometer ke wartel terdekat.

Karena sudah lama tak bertutur sapa, Prihatini memaksakan diri bermanja-manja melalui telepon dengan Suryana. Bermanja-manja? Maksudnya memanjakan Suryana dengan berupaya berbahasa sunda sebagaimana asal Suryana.

“Mas, kenapa sih gak pernah mara?”
“Kenapa akang harus marah?”
“Ya, mara dong. Masak gak pernah mara?”
“Aduh, kamu ini gimana? Kita ini sudah berjauhan, gak sering ketemu. Malah akang disuruh marah?”
“Ah, sampeyan ini gimana sih mara aja gak mau. Aku kan ingin.”
“Kamu ngaco, ah. Masak gak ada apa-apa akang disuruh marah. Sudah ya. Akang mau kerja dulu.”
“Awas, kalau gak mara lho mas.”

Suryana pun bingung. Kenapa tiba-tiba dia disuruh marah? Duh, ada apa ya?

catatan:
Oleh prihatini kata “mara” diambil alih langsung dari bahasa jawa: “moro” yang dalam bahasa indonesia berarti datang (menghampiri). Untuk menyenangkan Suryana yang berbahasa sunda, oleh Prihatini kata “moro” pun digantinya dengan “mara. Maka “kecelakaan” berbahasa pun terjadi.

Avian Dewanto
Tengok humor lainnya di halaman ini.

bau menyengat sekali

22/07/2009 - Leave a Response

Dua jam menunggu dokter spesialis kulit dan kelamin, membuat Sinta kesal.

“Dokter, seminggu lalu dokter janjikan saya akan segera dioperasi. Tapi, sekarang malah dokter minta dokter THT mengoperasi hidung saya. Gimana sih dokter ini?”
“Begini ya Nona Sinta. Saya tak mau hasil operasi saya tidak diketahui dengan baik oleh pasien saya.”
“Maksudnya?”
“Itulah alasan saya meminta dokter THT mengoperasi hidung nona lebih dulu.”
“Memangnya kenapa dengan hidung saya. Kan tidak ada masalah?”
“Bagaimana jika nona Sinta ikuti pendapat saya. Karena saya tak akan melakukan operasi jika nona tidak terlebih dahulu melakukan operasi hidung.”

Sinta tak mampu melawan kekuasan dokter. Ia pasrah dan mengikuti saran dokter kulit dan kelamin. Dan, itu artinya sepanjang hari ini, ia akan berada di rumah sakit. Setelah menunggu dua jam lebih, akhirnya ia bisa menemui dokter THT.
“Dokter, apa alasan dokter kulit dan kelamin meminta saya melakukan operasi hidung?”
“Begini nona sinta. pendapat dokter kulit dan kelamin benar. Ia tak mau hasil operasinya tidak diketahui oleh pasiennya.”
“Maksud dokter?”
“Coba nona ingat-ingat. Apakah nona tidak membaui sesuatu di sini?”
“Bau apa dokter?”
“Apakah hidung nona tidak membaui sesuatu?”
“Tidak ada bau apa-apa kok, dokter.”
“Itulah alasan dokter kulit dan kelamin mengirim nona ke saya.”

Sinta benar-benar merasa dipermainkan oleh kedua dokter spesialis ini.
“Dokter jangan macam-macam ya. Saya itu dari pagi di rumah sakit ini. Tadi saya nunggu dokter kulit dua jam. Sampai ketemu dokter, saya nunggu dua jam lagi. Kok sekarang dokter malah bicara yang gak jelas begitu?”
“Nona Sinta tahu apa penyebab dokter kulit tak mau segera mengoperasi vagina nona?”
“Memangnya ada apa dengan vagina saya, dokter?”
“Tadi saya tanya, apa nona tidak membaui sesuatu? Apa jawab nona?”
“Ya tidak bau apa-apa.”
“Itulah alasannya hidung nona harus dioperasi dulu.”
“Kata dokter kulit dan kelamin, vagina saya yang ada masalah. Sekarang ketemu dokter THT, malah hidung saya yang bermasalah. Memang bau apa, sih, dok?”
“Baunya menyengat sekali.”

Waduh.

Avian Dewanto
Tengok humor lainnya di halaman ini.

di balik cd

22/07/2009 - Leave a Response

Sudah sebulan ini Wanti uring-uringan. Sahabatnya yang selalau baik hati, Wanto, ikut prihatin.

“Ada apa sih?”
“Pake nanya lagi. Aku tuh heran, ya, tiap kali kelar kencan sama cowok, kok, dia gak pernah mau terima telpon aku lagi.”
“Lho emangnya kamu ngapain aja.”
“Emangnya aku ngapain?”
“Waktu kencan sama cowok, kamu apain aja dia?”
“Gak diapa-apain. Paling cuma janjian ketemu di mall aja.”
“Gitu aja?”
“Ya iyalah. Emangnya mau ngapain lagi?’

Wanto sungguh prihatin terhadap sahabatnya ini. Ia tahu penyebabnya namun hendak mengungkapkan langsung, wanto tak tega. Ia ingat kalimat bijak, “never honest critics come from friends, families, even a stranger“. Jadi, Wanto mencari jalan terbaik buat sahabatnya, Wanti.

“Begini aja, deh. Aku punya sahabat seorang dokter kulit. Coba kamu temui dia. Barangkali masalahmu bisa terselesaikan dari sana.”
“Heh, apa hubungannya dokter kulit dengan telponku.”
“Kamu percaya aku kan? temui dia. Nanti aku bantu menelponnya.”
“Kamu sungguhan nih?”
“Iya. Sudahlah ikuti saranku.”

Wanti mengikuti saran Wanto. Ia menemui dokter kulit yang juga sahabat dari sahabatnya.

“Dok, saya sahabatnya Wanto. Kata dia saya harus menemui dokter kalau mau masalah saya terselesaikan.”
“Oh, iya. Wanto sudah telpon saya.”
“Jadi dokter tau kan masalah saya saya? Kenapa cowok gak pernah mau terima telpon saya lagi sehabis ketemu saya?”

Dokter yang sahabat dari sahabatnya Wanti membaui dengan cermat.
“Okelah kalo gitu, kamu segera berbaring di dipan periksa. Oh, ya, sekalian pelorotkan juga celana dalammu ya.

wanti mendelik. eh, ini dokter mesum banget ya. kok seenaknya nyuruh buka celana dalam sambil berbaring di dipan pula.
“Dokter, yang benar ini. Masak saya memelorotkan celana dalam saya.”
“Apa kamu mau saya selesaikan masalahmu itu? Apa kamu lebih suka teman kencanmu gak mau terima teleponmu lagi?”

Wanti pasrah. Ia berbaring di dipan periksa dan memelorotkan celana dalamnya.
“Dokter, memangnya kenapa dengan dengan celana dalam saya?”
“Gak ada masalah celana dalammu”
“Lantas apa dok?”
“Yang di balik celana dalammu itu lho yang membuat teman kencanmu gak mau terima telpon lagi.”
“Memangnya kenapa?”
“Baunya menyengat sekali.”

Ampyun.

Avian Dewanto
Tengok humor lainnya di halaman ini.

gak pake cd

21/07/2009 - Leave a Response

Uning anak perempuan yang baru saja duduk di kelas satu sekolah dasar. Seusai sekolah, ia suka sekali bermain dengan teman-temannya di komplek perumahan dia tinggal. Macam-macam permainan yang dilakukan Uning dan teman-temannya. Namun, suatu hari, tak satu pun teman-temannya itu yang bermain di luar rumah. Sedang berjalan-jalan di sepanjang jalan di komplek perumahan tempat tinggalnya, Uning bertemu Rangga. Karena tak ada teman lain, ia pun bermain dengan rangga yang usianya sepuluh tahun lebih tua. Selesai bermain bersama Rangga, Uning pun pulang ke rumah.

Dengan gembira Uning bercerita kepada ibunya.
“Bu, tadi aku main sama Kak Rangga. Waktu pulang aku dikasih uang seribu.”
“Wah, Kak Rangga baik ya. Kenapa kamu dikasih uang Kak Rangga?”
“Aku diminta memanjat pohon jambu di depan rumahnya. Kak Rangga membantuku naik dan memerhatikanku dari bawah pohon.”
“Apa? Uning! Si Rangga itu kurang ajar. Dia mau lihat celana dalammu. Jangan diulangi ya.”
“Iya bu.”

Uning memang penurut. Namun keesokan harinya, ia gembira bercerita kepada ibunya.
“Bu, aku dikasih uang lima ribu sama Kak Rangga.”
“Apa? Kamu disuruh memenjat pohon lagi ya?”
“Iya.”
“Aduh Uning. Kamu ini gimana? Ibu kan sudah kasih tahu jangan mau melakukan itu lagi. Rangga itu kurang ajar. Dia mau melihat celana dalammu.”
“Tapi, Bu, Tadi Uning kan tidak pake celana dalam.”

weks.

Avian Dewanto
Tengok humor lainnya di halaman ini.

sebelum operasi

21/07/2009 - Leave a Response

Yuswan Taufiq seorang penulis muda yang berbakat. Pertemanannya di sebuah milis membawanya ke Jakarta. Itu terjadi lantaran milis para penulis sastra sedang melangsungkan hari jadi -entah jadi dengan siapa. Yang pasti Taufiq gembira bisa berangkat ke Jakarta dari kampung halaman di Surabaya. Usai mengikuti acara hari jadi milis tersebut, ia melanglang kota Jakarta di malam hari.

Taufiq sedang beruntung. Usai menggagahi teman kencannya -terlepas kebenaran ia gagah atau tidak gagah- yang semalam ditemuinya di daerah Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, ia pun melongok sebuah foto memikat yang terpaku di kamar teman kencannya itu.

“Wah, ganteng banget ya cowok itu. Pacarmu ya?”
“Bukan. Ngaco kamu.”
“Suamimu ya?”
“Bukan. Tambah ngaco kamu.”
“Emang foto siapa itu?”
“Itu kan aku sebelum operasi kelamin.”

Wedew.

Avian Dewanto
Tengok humor lainnya di halaman ini.

kerja di jakarta

21/07/2009 - Leave a Response

Dadang seorang penjahit di sebuah desa di Haur Geulis, Indramayu. Ia baru saja seminggu ini menikahi Neneng. Tentu saja butuh perjuangan dan pengorbanan bagi Dadang mendapatkan cinta Neneng -seorang kembang desa rupawan.

Belum juga lenyap semerbak harum melati di kamar pengantin, lepas subuh, Neneng sudah mengemasi semua pakaian dan membungkus semua perhiasan.

“Ada apa ini, Neng?”

“Saya mau ikut teman kerja di Jakarta, Kang Dadang.”

“Kerja apa di Jakarta?”

“Hampir samalah dengan kerjaanku di rumah ini, Kang.”

“Maksud Neneng?”

“Melayani Akanglah. Cuma di Jakarta aku dibayar jam-jaman.”

“Aduh, kamu Neng,” kata Dadang, “kira-kira berapa tiap minggu bisa kirim uang ke Akang?”

Uups.

Avian Dewanto
Tengok humor lainnya di halaman ini.

bodro di sekolah

21/07/2009 - Leave a Response

Bodro baru seminggu bersekolah di sebuah sekolah umum di sebuah kota di Amerika Serikat. Di Amrik? Iya, benar, kok, masak, sih, bohong? Bodro ikut ayahnya yang sedang tugas belajar. Suatu hari ia pulang sekolah. Di rumah bertemu ibunya yang sudah menyiapkan makan siang. Bodro ditanya:

“Apa saja yang tadi dilakukan di sekolah?”
“Ada pelajaran seks.”
“Kamu ikut? Teman-temanmu ikut?”
“Tidak semua. Pilihan saja kata gurunya.”
“Apa?” teriak ibu Bodro, “Cepat selesaikan makan! Tunggu di kamar sampai ayahmu pulang.”

Bodro menuruti ucapan ibumya. Sebagaimana biasa, ayah bodro baru pulang dari kampus sore hari. Selesai dicertakan istrinya, ia menghampiri Bodro.

“Apa yang tadi dilakukan di sekolah.”
“Saya ikut pelajaran seks.”

Ayah Bodro tersenyum simpul dan mengerlingkan mata kepada Bodro. Ia menepuk-nepuk bahu Bodro sejurus kemudian meninggalkan kamar Bodro. Besoknya, lusanya, sampai seminggu kemudian, Bodro ditanya lagi.

“Bagaimana kelanjutan pelajaran seksmu?”
“Ayah, saya sudah gak ikutan lagi.”
“Lho bukannya menyenangkan itu? Siapa perempuan yang jadi pasanganmu?”
“Ayah! Aku sudah gak kuat lagi. Pantatku sudah sakit sekali!” ujar Bodro,

Duh.

Avian Dewanto
Tengok humor lainnya di halaman ini.

Halo dunia -dunia humor.

20/07/2009 - Leave a Response
Avian Dewanto

Avian Dewanto

Selamat Datang di KOTAK HUMOR,

Di sinilah berkumpul para penyuka humor. Siapakah saja mereka? Ada yang memang hidupnya dari berjualan humor: menulis humor, menjajakan humor, mencandai humor, atau (sangat) menggemari humor. Juga yang suka tertawa -boleh saja suka tertawa sendirian atau beramai-ramai. Asal jangan kerap tertawa sendirian jika di tengah keramaian. NEVER DO THAT.

Dan tentunya humor bisa membuat orang: tertawa. gembira, sedih. bahkan marah. kalau ada yang marah gara-gara humor, patutlah segera diperiksakan ke dokter syaraf. sebab hanya mereka yang sudah putus urat syaraf humornya bakalan marah kepada penyampai humor. sedangkan yang menyampaikan humor tetap sehat-sehat saja. sepanjang yang marah tadi tak kirim satu truk “debt collector” berbadan kekar.

Apa tujuan humor selalu membuat tertawa geli? Bukan hanya itu tujuan humor. Anda bisa saja membuat humor yang membuat orang lain tertawa-tawa karena mereka menertawakan “kedunguan” anda -bahkan anda jual “kelainan” fisik agar banyak orang lain percaya anda pantas ditertawai.

Humor bukan itu. Humor itu SERIUS. Sungguh serius. Sama seriusnya dengan para peneliti angkasa raya yang menemukan bukti bahwa pluto ternyata bukan planet. Tapi nama seekor anjing. Siapakah nama anjing anda? Bukan pluto kan? Baguslah kalo begitu.

Karena itu, kirimkan humor yang pernah anda jumpai ke KOTAK HUMOR. Barangkali suatu saat kelak, akan ada peneliti lain yang menyatakan “bumi makin panas” gara-gara humor. Jadi bukan cuma lantaran menebang hutan. humor pun bisa bikin panas lho. Setidaknya kupinglah.

Salam Humor,

Avian Dewanto

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.